Shiny Flashy Green Matrix
ALT_IMG

Branderburg Tor

Branderburg Tor Gerbang Brandenburg (Brandenburg Tor) adalah salah satu landmark paling terkenal di Eropa. Terletak di barat Berlin Center, Gerbang Brandenburg diresmikan oleh Raja Fredrick William II dan dibangun antara tahun 1788-1791 oleh Carl Gotthard Langhans. Landmark ini menjadi simbol dari berbagai rezim sepanjang sejarahnya Readmore...

ALT_IMG

Reichstag

Reichstag adalah gedung parlemen Jerman yang letaknya di sebelah gerbang Brandenburg. Gedung ini selesai dibangun pada tahun 1894, yang dananya berasal dari kemenangan perang atas Perancis. Selanjutnya gedung ini mengalami renovasi hingga akhirnya selesai pada tahun 1999Readmore..

Alt img

Berliner Dom

Berlin Cathedral, atau biasa dikenal dengan nama Berliner Dom adalah gereja Kristen Protestan terbesar di Berlin. Bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1465, namun baru benar-benar selesai dibangun 440 tahun kemudian. Saat perang dunia kedua berlangsung, gereja ini sempat mengalami kerusakan parah. Namun pada tahun 1993, Berlin Cathedral kembali diperbaiki. Readmore...

ALT_IMG

Allianz Arena

Allianz Arena adalah stadion terbesar ketiga di Jerman, tempat pertandingan kandang klub terbesar Jerman, dibangun dengan biaya trilyunan rupiah. Terletak cukup jauh dari pusat kota Munich, di pinggiran sebelah utara, stadion berkapasitas sekitar 71 ribu orang itu dijuluki "Schlauchboot" oleh orang Jerman, karena bentuknya menyerupai perahu karet yang bisa dipompa dengan gas. Readmore...

ALT_IMG

Masjid Cologne

Masjid Cologne menjadi masjid terbesar di Jerman yang dibangun di atas lahan seluas 16.500 meter persegi dan dapat menampung lebih dari 1.200 orang. Dibangun oleh Federasi Asosiasi Islam Turki di Jerman (DITIB), yang memutuskan untuk membangun sebuah masjid utama di negara Jerman. Masjid ini dua menara besar yang mempunyai ketinggian lebih dari 50 meter. Readmore...

ALT_IMG

glückliches neues Jahr 2014

Selamat tahun baru 2014, semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Readmore...

Tampilkan postingan dengan label Die Deutschen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Die Deutschen. Tampilkan semua postingan

Mencari Kerja di Jerman

0 komentar
Banyak tenaga kerja di Eropa Selatan sekarang belajar Bahasa Jerman. Di Jerman masih banyak dibutuhkan insinyur dan juru rawat. Tapi tidak mudah untuk bisa menetap di sini.
Goethe-Institut Berlin Goethe-Institut Berlin
Sejak dua tahun terakhir, minat remaja Eropa untuk belajar Bahasa Jerman meningkat pesat. Perubahan ini memang sangat terasa, kata juru bicara Goethe Institut Christoph Mücher. Beberapa waktu lalu ia berkunjung ke Portugal. Di sana dia melihat bagaimana para pelajar sangat giat belajar bahasa Jerman. "Saya belum pernah melihat pelajar dengan motivasi yang begitu besar."
Sejak dua tahun, krisis ekonomi melanda negara-negara Eropa Selatan seperti Yunani, Spanyol, Portugal dan Italia. Terutama generasi muda sulit mendapat pekerjaan di negaranya. Sejak itu, mereka beramai-ramai mendaftar di Goethe Institut untuk belajar bahasa Jerman, agar bisa mencari pekerjaan di Jerman.
Karena itu, para tenaga pengajar di Goethe Institut mengembangkan kurikulum khusus untuk insinyur, dokter dan juru rawat. Di Yunani, ada program khusus dengan biaya kursus yang murah untuk anak muda yang menganggur. Mereka bisa belajar Bahasa Jerman siang hari, sementara orang 
lain bekerja.

Kekurangan Tenaga Kerja Berpendidikan
Mücher mengatakan, banyak perusahaan Jerman yang mencari tenaga kerja berpendidikan bertanya ke Goethe Institut. Dia lalu mengirim mereka ke Kamar Dagang dan Dinas Tenaga Kerja. Christina Ramb dari Asosiasi Pengusaha Jerman memperkirakan, sampai tahun 2030 Jerman akan kekurangan 4 juta tenaga kerja terdidik.
Sekarang saja, Jerman mulai kekurangan juru rawat, dokter, insinyur dan spesialis bidang teknologi komunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, kata Ramb, perlu dilakukan strategi ganda. Yaitu memberi peluang lebih besar kepada perempuan dan tenaga kerja yang sudah tua, dan mencari tenaga kerja di luar negeri.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Jerman mulai melonggarkan undang-undang untuk tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Jerman. Melalui internet disebarkan informasi bagaimana untuk mendapat ijin kerja di Jerman.
Selain itu, Jerman membuka pusat-pusat pelatihan untuk tenaga kerja asing. Awal tahun ini, Dinas Tenaga Kerja membuat perjanjian khusus dengan Bosnia-Herzegowina dan Filipina. Bulan Maret lalu, Jerman menandatangani perjanjian dengan pemerintah India untuk membantu pengajaran Bahasa Jerman di sekolah-sekolah di India.
Goethe Institut ditugaskan mendidik tenaga pengajar bahasa Jerman yang nantinya akan mengajar di sekitar 1.000 sekolah India. Targetnya adalah, sekitar satu juta murid-murid bisa mengenal Jerman. Tenaga kerja muda di bidang teknologi komunikasi diharapkan akan tertarik bekerja di Jerman dan tidak pergi ke Inggris atau Amerika Serikat.

Belum Ada Data yang Jelas
Sampai sekarang masih belum jelas berapa tenaga ahli asing yang akhirnya datang dan menetap di Jerman. Menurut Dinas Tenaga Kerja, pertengahan 2012 tercatat ada 2,2 juta tenaga kerja asing yang tercatat bekerja dan membayar pajak di Jerman. Tapi dalam stastistik itu tercatat juga pekerja di daerah perbatasan yang bekerja di Jerman tapi tetap tinggal di luar negeri.
Tahun 2013, Dinas Tenaga Kerja membantu sekitar 700 orang, kebanyakan dari Eropa Selatan, untuk mendapat pekerjaan di Jerman. Selain Dinas Tenaga Kerja, ada juga perusahaan swasta yang membantu pekerja asing mendapat pekerjaan di Jerman, walaupun birokrasi untuk pengakuan ijazah dari luar negeri masih tetap sulit.
Berapa tenaga kerja asing yang datang dari luar negeri dan akhirnya menetap di Jerman juga belum diketahui. Menurut konsultan tenaga kerja Ulrike Heitzer-Priem, banyak pekerja ahli yang kemduian kembali lagi ke negaranya. Alasannya, mereka merasa tidak betah di Jerman.
Di kebanyakan perusahaan Jerman, bahasa yang dipakai hanya Bahasa Jerman. Ini membuat tenaga ahli asing merasa sulit bekerja. Selain itu, ada juga alasan geografis. Perusahaan Jerman merekrut tenaga kerja di kota-kota besar, misalnya di Barcelona atau Lissabon. Tapi di Jerman, tenaga ahli itu ditempatkan di daerah pedesaan kecil. "Di daerah pedalaman," kata Heitzer-Priem. Tentu saja, ini kualitas hidup yang sangat berbeda.
Continue reading →

Umat Beragama (Jerman)

0 komentar


Kehidupan agama di Jerman ditandai oleh pluralitas yang meningkat dan arus sekularisasi yang bertambah kuat. Sekitar dua pertiga penduduk Jerman beragama Kristen sebagai anggota Gereja Katolik atau Gereja Protestan. Struktur organisasi kedua gereja besar itu terdiri dari keuskupan Katolik dan Konferensi Waligereja Jerman, serta gereja regional dan Gereja Kristen Protestan di Jerman - EKD. Kedua gereja bekerja sama dengan lebih dari 20 gereja dan komunitas Kristen lain dalam Kelompok Kerja Gereja-Gereja Kristen - ACK. Gereja Katolik di Jerman dengan sekitar 26 juta anggota umat dalam 12.000 paroki merupakan bagian dari Gereja Katolik Roma sedunia yang dipimpin oleh paus. Sidang konklave tahun 2005 memilih Joseph Kardinal Ratzinger, seorang Jerman, untuk menjadi paus. Dengan dipilihnya Paus Benediktus XVI itu, untuk pertama kali sejak 482 tahun pilihan konklave jatuh pada seorang Jerman. Gereja Kristen Protestan di Jerman (EKD) merupakan korporasi dari ke-22 Gereja Regional (Landeskirche) yang independen dan yang masing-masing beraliran Lutheran, Direformasi, atau Bersatu. Dengan sekitar 25 juta anggota umat dalam kurang lebih 16.000 jemaat, EKD mencakup mayoritas umat Kristen Protestan.

Pada tahun 1920 sekitar 530.000 penduduk Jeman beragama Yahudi. Setelah terjadinya genosida alias holocaust, hanya beberapa ribu warga Yahudi yang masih tinggal di Jerman. Melalui arus imigrasi dari negera-negara eks Uni Sovyet sejak tahun 1990-an, umat Yahudi bertambah cukup banyak. Kini terdapat sekitar 106.000 anggota umat dalam lebih dari 100 jemaat; spektrumnya dari jemaat ortodoks, pembaruan, sampai yang liberal. Kedudukan agama Islam telah bertambah penting berkat imigrasi. Jumlah penganutnya di Jerman diperkirakan mencapai 4 juta jiwa yang berasal dari kurang lebih 50 negara. Di banyak kota telah terbentuk jemaah Islam. Umatnya berkumpul di 2.600 masjid dan pusat pertemuan.

Di Jerman tidak ada gereja negara. Dasar hubungan antara negara dan agama ialah kebebasan agama dan ibadat yang terjamin oleh konstitusi, pemisahan antara negara dan gereja dalam arti kata netralitas pihak negara dalam urusan agama, dan hak menentukan sendiri dari badan keagamaan. Negara dan gereja atau korporasi agama bekerja sama atas dasar kemitraan. Negara umpamanya turut membiayai taman kanak-kanak atau sekolah yang diselenggarakan oleh badan keagamaan. Gereja-gereja menarik pajak gereja yang dipungut oleh negara untuk membiayai pelayanan sosial. Konstitusi Jerman menjamin diadakannya pelajaran agama Kristen Katolik dan Protestan di sekolah sebagai mata pelajaran reguler (dengan pembatasan di Bremen dan Berlin). Diadakan juga uji coba pendidikan agama Islam di beberapa negara bagian yang mempunyai jumlah siswa-siswi beragama Islam yang cukup signifikan. Melalui Konferensi Islam Jerman (sejak 2006) terbentuk forum untuk dialog berstruktur antara negara, sejumlah himpunan Islam dan mayoritas kaum Muslim di Jerman yang tidak menjadi anggota organisasi.

Continue reading →

Penduduk (Jerman)

0 komentar


Sejak reunifikasi, Jerman merupakan negara yang paling padat penduduknya di Uni Eropa. Sekitar 82 juta orang tinggal di wilayah Jerman, hampir seperlima di antaranya di bagian timur, di wilayah bekas RDJ. Ada tiga kecenderungan yang menandai perkembangan demografis di Jerman: angka kelahiran yang rendah, usia harapan hidup yang terus meningkat, serta penuaan masyarakat.

Sejak tiga dasawarsa jumlah anak yang lahir di Jerman tetap kecil: Sejak tahun 1975 statistik menunjukkan jumlah kelahiran per perempuan sebesar 1,3 anak, dengan gerakan naik-turun angka itu yang tidak berarti. Kesimpulannya, sejak 30 tahun besar generasi anak lebih kecil sepertiga dibandingkan dengan besar generasi orang-tua. Berkat pendatang yang pindah dalam jumlah besar dari negara lain ke Jerman bagian barat, penurunan jumlah penduduk yang sebanding dengan angka kelahiran dapat dicegah. Pada waktu yang sama usia harapan hidup meningkat terus. Dewasa ini angkanya 77 tahun untuk laki-laki dan 82 tahun untuk perempuan.

Meningkatnya usia harapan hidup, lebih-lebih lagi angka kelahiran yang rendah menyebabkan kecenderungan ketiga: Bagian orang muda dalam jumlah penduduk seluruhnya menurun, sedangkan bagian orang lanjut usia meningkat. Pada awal tahun 90-an, untuk setiap orang berusia 60 tahun ke atas terdapat hampir tiga orang dalam usia kerja aktif. Pada awal abad ke-21, rasio itu hanya 1 banding 2,2. Menurut prakiraan, dalam dasawarsa yang akan datang rasio itu akan turun lagi sampai di bawah 1 banding 2. Penuaan masyarakat termasuk tantangan terbesar di bidang politik sosial dan keluarga. Oleh sebab itu, asuransi purnakarya pun dirombak: Pola pembiayaan tradisional yang dikenal sebagai “perjanjian antargenerasi” makin lama makin tidak terjangkau lagi dan dilengkapi dengan dana persiapan hari tua yang dibiayai secara perorangan. Di samping itu digiatkan pelaksanaan tindakan di bidang politik keluarga yang dapat memacu kenaikan angka kelahiran. 

Continue reading →

Keluarga Sebagai Lembaga Kemasyarakatan Penting (JERMAN)

0 komentar


Dalam kehidupan di abad ke-21 pun, yang ditandai oleh individualisasi dan mobilisasi, keluargalah yang tetap mempunyai arti pokok bagi manusia. Keluarga tetap tergolong institusi sosial terpenting. Untuk hampir 90 persen penduduk Jerman, keluarga memegang tempat utama dalam prioritas pribadi. Di kalang­an kaum muda pun, keluarga dihargai tinggi: Dalam kelompok umur 12 sampai 25 tahun, 72 persen berpendapat bahwa ke­luarga diperlukan untuk hidup berbahagia.

Namun anggapan mengenai wujud keluarga, dan juga struktur keluarga itu sendiri telah mengalami perubahan besar berkenaan dengan pergantian sosial. Dahulu dalam keluarga tradisional golongan menengah, pasangan suami-istri yang hidup dalam perkawinan seumur hidup mengasuh beberapa
anak dengan pembagian peran yang tegas: Sang ayah bekerja untuk mencari nafkah, sang ibu mengurus rumah tangga. Pembagian tugas menurut “model pencari nafkah” ini masih tetap berlaku – misalnya di lapisan bawah masyarakat, di kalangan migran, atau untuk waktu terbatas selama anak-anak masih kecil. Namun model bentuk keluarga itu tidak lagi merupakan cara hidup yang diikuti kebanyakan orang.

Bentuk kehidupan bersama kian beragam. Sekarang orang jauh lebih bebas untuk memilih di antara berbagai bentuk keluarga, atau untuk hidup tanpa keluarga sama sekali. Perkembangan ini untuk sebagian besar terkait dengan persamaan hak dan dengan peran perempuan yang telah berubah: Kini sekitar 65 persen ibu-ibu bekerja, sedangkan keluarga menjadi lebih kecil. Lebih sering terdapat keluarga dengan anak tunggal daripada keluarga dengan tiga anak atau lebih. Yang terbanyak adalah keluarga dengan dua anak. Semakin sering orang hidup tanpa anak, sebagai pasangan atau sendirian. Pada tahun 2008, setiap perempuan kelima dalam kelompok usia 40-44 tahun tidak mempunyai anak.

Continue reading →

Tata Nilai dan Kualifikasi Kaum Muda

0 komentar
Bagi pemuda-pemudi, kelompok acuan sosial pokok – selain klik-klik anak sebaya yang semakin penting artinya – adalah keluarga. Belum pernah begitu banyak orang muda – hampir separuh jumlah pemuda berumur 24 tahun dan 27 persen dari pemudi sebaya – masih tinggal di rumah orang tua mereka. Hampir semua responden dari kelompok umur 12 sampai 29 tahun meng­aku memiliki hubungan sangat baik dan penuh kepercayaan dengan orang tua mereka.

Salah satu sebab orang muda kini berada lebih lama di lingkungan keluarga adalah semakin banyaknya orang muda yang tinggal semakin lama dalam sistem pendidikan. Tingkat kualifikasi mereka meningkat secara nyata. Secara keseluruhan, 45 persen dari lulusan (kelompok usia 18-20 tahun) berhak masuk perguruan tinggi. Lebih dari dua pertiga di antara mereka mulai berkuliah dalam jangka waktu tiga tahun. Sekitar sepersepuluh meninggalkan sistem pendidikan tanpa merampungkan pendidikan kerja. Kelompok bermasalah terutama meliputi orang muda yang berasal dari lapisan masyarakat berekonomi lemah dan dari keluarga migran.

Pada bagan golongan politik kiri-kanan secara tradisional, posisi generasi muda – seperti biasa – sedikit lebih kiri daripada penduduk seluruhnya. Namun sangat jarang ada yang mengambil pendirian politik yang ekstrem. Sebaliknya terdapat kesediaan yang sangat tinggi untuk aktif sebagai sukarelawan dan dalam kegiatan sosial. Sekitar tiga perempat dari semua orang muda aktif di bidang sosial dan lingkungan hidup. Mereka bekerja secara sukarela untuk orang lanjut usia yang memerlukan bantuan, untuk pelestarian lingkungan dan binatang, untuk orang miskin, migran dan penyandang cacat.

Yang terus meningkat pula ialah jumlah laki-laki dan perempuan muda yang memilih menjalani Masa Karya Sukarela di bidang sosial atau ekologi selama setahun – pada tahun 2009 jumlahnya mencapai 6.720 orang. Terlepas dari itu berlaku wajib militer umum bagi pemuda selama sembilan bulan (kemungkinan besar masa dinas itu akan dipersingkat menjadi enam bulan mulai tahun 2011). Pada tahun 2009 ada 68.000 laki-laki muda yang mulai menjalani masa dinas pokok pada Bundeswehr. Orang yang, berdasarkan alasan hati nurani,  menolak melakukan dinas dengan senjata dan diakui sebagai penolak wajib militer harus melakukan Dinas Sipil selama sembilan bulan. Dinas Sipil itu membuka kemungkinan untuk mencari pengalaman di berbagai lingkungan kerja di bidang sosial dan pelestarian lingkungan. Pada tahun 2009 terdapat 90.500 pemuda yang direkrut untuk Dinas Sipil.
 
Continue reading →

Partai-partai Politik

0 komentar
Menurut undang-undang dasar, partai politik bertugas ikut serta dalam pembentukan kemauan politik rakyat. Dengan demikian, penentuan calon penyandang fungsi politik dan pelaksanaan kampanye pemilihan umum ditingkatkan artinya menjadi tugas konstitusional. Karenanya, partai-partai memperoleh penggantian dari negara untuk biaya kampanye pemilihan umum. Penggantian yang baru pertama kali dilaksanakan di Jerman itu, sudah menjadi standar di kebanyakan negara demokrasi. 

Menurut konstitusi, susunan organisasi partai politik harus sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi (demokrasi melalui anggota). Partai politik wajib bersikap loyal terhadap negara demokrasi. Partai yang disangsikan pendirian demokratisnya dapat dilarang atas permohonan pemerintah federal. Akan tetapi partai seperti itu tidak harus dilarang. Kalau pemerintah menganggap partai yang bersangkutan harus dilarang karena membahayakan sistem demokratis, pemerintah hanya dapat mengajukan permohonan pelarangan. Putusan pelarangan itu sendiri hanya dapat dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi Federal. 

Dengan cara itu partai-partai yang sedang memerintah dihalangi untuk melarang partai lain yang mungkin akan mengganggu dalam persaingan politik. Jumlah permohonan pelarangan partai dalam sejarah Republik Federal Jerman sangat kecil; lebih kecil lagi jumlah partai yang pernah dilarang. Undang-Undang Dasar memang memberikan privilese kepada partai politik. Namun pada dasarnya partai tetap merupakan sarana ekspresi masyarakat. Partai menanggung segala risiko kegagalan dalam pemilihan umum, dalam hal kehilangan anggota, dan dalam hal perselisihan paham berkenaan dengan kebijakan personalia atau topik lain. Sistem kepartaian Jerman tidak terlalu rumit. 

Dengan tampilnya Partai Hijau pada dasawarsa 1980-an dan partai penerus SED setelah reunifikasi, sistem tri-partai yang telah berlangsung lama berkembang menjadi sistem panca-partai yang kini sudah mantap. Di samping partai-partai berbasis lebar, CDU/CSU dan SPD, partai-partai "kecil" pun mencapai persentase hasil suara sebesar dua digit dalam pemilihan umum 2009 untuk Bundestag. Kedua partai uni, yang tergolong kelompok partai demokrat Kristen di Eropa, tampil di seluruh Jerman – kecuali di Bavaria – sebagai Uni Demokrat Kristen (CDU). Di negara bagian Bavaria, CDU tidak tampil sendiri dan menyerahkan medannya kepada Uni Sosial Kristen (CSU) yang berhubungan erat dengannya. Di dalam Bundestag, kedua partai itu membentuk fraksi bersama yang bersifat permanen. 

Partai Sosialis-Demokrat Jerman (SPD) merupakan kekuatan besar kedua dalam sistem kepartaian Jerman. Di lingkungan Eropa, partai ini tergolong kelompok partai sosialis-demokrat dan sosialis demokratis. CDU/CSU dan SPD bersikap positif terhadap negara sosial. CDU/CSU lebih banyak menampung lapisan pekerja mandiri, tukang dan pengusaha kecil dan menengah, sedangkan SPD lebih dekat dengan serikat kerja. Partai Demokrat Liberal (FDP) terhitung anggota keluarga partai-partai liberal di Eropa. Tujuan pokok politiknya ialah pembatasan campur tangan negara dalam pasaran sampai ukuran sekecil mungkin. Pendukung FDP terutama datang dari lapisan masyarakat yang pendapatannya dan pendidikannya cukup tinggi. Partai Hijau termasuk kelompok partai berhaluan "hijau" atau ekologis di Eropa. Ciri program politiknya ialah kombinasi antara ekonomi pasaran dan tuntutan akan perlindungan alam dan lingkungan hidup yang pemenuhannya harus diawasi oleh negara. 

Partai Hijau pun lebih banyak mewakili kaum pemilih dari lapisan berpendapatan dan berpendidikan tinggi. Partai Kiri, Die Linke, merupakan yang termuda di antara kekuatan politik yang berarti. Kedudukannya cukup kuat di kelima negara bagian yang bergabung dengan Republik Federal Jerman pada saat reunifikasi. Namun sementara ini di negara bagian lain pun kursi parlemen dipegangnya. Selaku partai yang mencari pendukung dengan menyuarakan tema keadilan sosial, Partai Kiri terutama bersaing dengan SPD.

sumber : Nurul
Continue reading →

Budaya Orang Jerman

0 komentar
  1. Dilarang berisik atau berbuat gaduh antara jam 10 malam sampai jam 8 pagi (waktu istirahat), kecuali akhir pekan.
  2.  Membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan sesuai jenisnya. 
  3. Jika memiliki TV, Radio atau alat sejenis dan menggunakannya, hendaklah membayar GEZ  (Pajak TV-Radio) atau memohon befreiung kepada Sozialamt untuk Student. 
  4. Semua urusan tertulis jelas hitam diatas putih. Dengan Vertrag. Dan baca dengan teliti sebelum menandatangani. Semua pasti tertera disana, hanya saja biasanya orang Indonesia tidak mau ambil pusing soal itu. 
  5. Menyebrang  jalan sembarangan atau ketika lampu belum hijau,  jika ketahuan didenda 20 euro. 
  6. Tidak memiliki fahrkarte (tiket) dan naik kendaraan umum (Trem, Bus, U Bahn, S Bahn, Zug) jika ketahuan akan didenda 40 euro. 
  7. Kita harus aktiv mencari Informasi, kadang fasilitas yang menguntungkan tidak diumumkan. Kita sendiri yang harus cari tahu.
  8. Tawarkan Guten Apetit kepada yang lain di sekitar Anda sebelum Anda memulai makan! sebagai tanda penghormatan anda pada orang lain di meja makan!. Selalu ucapkan “Prost” bukannya “cheers” ketika Anda akan minuman!
  9. Kedua tangan Anda harus ada di sana di atas meja saat Anda makan. Jangan letakkan tangan kiri di pangkuan Anda saat Anda sedang makan.
  10. Lepaskan sepatu di luar ketika Anda memasuki rumah seorang kenalan Jerman dan juga membawa sebotol anggur dan seikat bunga untuk menyenangkan tuan rumah.  Namun, Lakukan secara hati-hati/ perlahan ketika anda membuka bungkusan bunga sebelum anda menghadiahkannya kepada tuan rumah.
  11. Alamat orang tua dengan menambahkan sebuah “Sie” sebelum nama dan jika Anda panggil anak-anak, memanggilnya “du”.
  12. Jerman dikenal dengan rasa ketepatan waktu yang ketat.  Selalu berada pada waktu yang dijanjikan!
  13. Berjabat tangan adalah cara Jerman menyapa satu sama lain. Hal yang sangat penting untuk berjabat tangan dengan masing-masing dan setiap individu dalam kelompok.
  14. Orang Jerman yang paling sadar lingkungan mereka. Jangan pernah buang sampah ssembarangan
  15. Jika Anda ingin menelepon seseorang hanya mengangkat tangan dengan telapak menghadap keluar dan jari telunjuk hanya diperpanjang.  Melambai atau berteriak dianggap kurang sopan. 
  16. Jangan ragu untuk membisikkan sesuatu rahasia kepada orang yang duduk di samping Anda. Orang Jerman tidak menganggap berbisik menjadi kebiasaan kasar.

Continue reading →

Jaminan Sosial di Jerman

0 komentar
Kesejahteraan untuk semua dan keadilan sosial, itulah sasaran yang dituju Ludwig Erhard, Menteri Federal Urusan Ekonomi pada waktu ekonomi pasaran berorientasi sosial diterapkan di Jerman pada akhir tahun 1950-an. Tata ekonomi “model Jerman” menjadi kisah sukses, dan dicontoh banyak negara. Salah satu pilar utama sukses itu ialah sistem jaminan sosial paripurna. Jaringan sosial di Jerman termasuk yang paling rapat di dunia: 26,7 persen pendapatan nasional bruto dipergunakan untuk belanja negara di bidang sosial. Untuk perbandingan, Amerika Serikat menginvestasikan 15,9 persen di bidang itu, negara anggota OECD rata-rata 20,5 persen. Di Jerman, sistem lengkap yang mencakup asuransi kesehatan, purnakarya, kecelakaan, perawatan dan pengangguran melindungi warga terhadap dampak finansial dari risiko yang dapat mengancam eksistensi. Jaringan sosial itu juga meliputi tunjangan yang dibiayai oleh pajak, seperti dana pengimbang untuk keluarga (tunjangan anak, potongan pajak) atau tunjangan yang menutup pe­ngeluaran untuk kebutuhan pokok purnakaryawan atau orang cacat tetap. Menurut pengertian yang berlaku, Jerman adalah negara sosial yang memprioritaskan jaminan sosial bagi semua warganya.

Sistem yang berciri negara kesejahteraan telah dikenal di Jerman sejak zaman industrialisasi. Pada akhir abad ke-19, Kanselir “Reich”, Otto von Bismarck, mengembangkan struktur dasar asuransi sosial yang dikelola oleh negara. Di bawah bimbingannya lahir undang-undang mengenai asuransi kecelakaan kerja dan asuransi kesehatan, serta untuk jaminan terhadap keadaan tidak sang­gup bekerja akibat cacat, dan jaminan hari tua. Ketika itu hanya 10 persen di antara penduduk Jerman mendapat keuntungan dari legislasi di bidang sosial, sekarang hampir 90 persen menikmati perlindungannya. 

Selama beberapa dasawarsa berikutnya, jaringan sosial diperluas dan sekaligus dijadikan lebih spesifik. Pada tahun 1927 misalnya ditambahkan asuransi terhadap akibat finansial dari peng­angguran, dan pada tahun 1995 jenis asuransi wajib bertambah dengan asuransi perawatan. Kini abad ke-21 menuntut diadakan­nya reorientasi yang bersifat mendasar dan struktural pada semua sistem itu, khususnya dalam hal kesinambungannya. Faktor-faktor seperti meningkatnya jumlah orang lanjut usia yang disertai ang­ka kelahiran yang relatif rendah, begitu juga perkembangan di pasaran kerja telah membawa sistem jaminan sosial ke batas kemampuannya. Dengan mengadakan pembaruan secara menyeluruh, lembaga-lembaga politik berupaya menghadapi tantangan itu dan mengamankan jaringan sosial bagi generasi mendatang pula secara solider.
Continue reading →

Fakta unik kehidupan di Jerman

1 komentar
Di Jerman melahirkan anak dapet hadiah dari pemerintah, karena jarang orang yang mau punya anak lebih dari satu, trus kalo masak baunya sampai ke tetangga bisa didenda, karena melanggar kenyamanan umum, maklum disono kebanyakan apartemen, jarang yang punya rumah sendiri pajaknya gede banget.
Orang jerman malu untuk punya anak lebih dari 1, 2 boleh lah!!, kalo punya anak lebih dari 4 aja udah dianggap aneh sama orang2, beda ya sama orang indonesia, semakin banyak anak semakin banyak rizki!!

Efektivitas – Dalam berorganisasi kampus, sekolah, institusi. orang jerman tu ga suka yang namanya rapat. “wasting of time”, sekalinya ada waktu rapat, harus langsung full diskusi dan harus ada kepastian keputusan. Sangat berbeda dengan orang Indonesia, untuk ngurus satu kegiatan, mesti rapat berhari-hari dulu. belum lagi tegang urat adu argumen. semua keputusan hampir bersifat tentativ.

Bayar pajak warisan – Jadi misalnya anda yang sudah pindah jadi warga negara Jerman, mendapatkan warisan sebidang kain / keris warisan leluhur. Nah, di taksir lagi harganya sama si pihak berwenang, setelah itu anda wajib bayar pajak supaya bisa dpt kain / keris warisan leluhur.

Pemilik toko = Penjaga Toko – Minimnya jumlah masyarakat di Jerman, nyebabin si bos harus turun tangan (mau bayar orang jg mahal ei). Jadi biasanya yang punya toko justru yang jaga toko. Kaga ada dah tuh yg punya toko malah enak-enakan jalan-jalan ke luar negri.
Ketika Indonesia masih pusing dengan pemerataan penduduk, Jerman sudah (entah berapa langkah) lebih maju, mereka sudah buat peraturan yg namanya pemerataan profesi dan tempat usaha. Jadi di setiap kota ada perbandingan profesi dan tempat usaha ( contoh : bar / dokter /salon/ showroom, dll) optimal dan gak boleh lebih dari perbandingannya.

Sering ngebut termasuk di tikungan – Taukah anda kalau jumlah angka kematian lebih besar dari pada angka kelahiran di negara ini? Alias jumlah penduduk Jerman tidak banyak, Sedangkan luas wilayah jerman gede beut, jalananya jg panjang dan lebar. Hal itu jg yg nyebabin mereka suka banget ngebut di jalan (bayangin, nyetir pake BMW, terus jalan lowong) Bahkan di tikunganpun mereka ngebut!
nyetir pake BMW

Tempat penampungan khusus bagi pengangguran – Bayangkan, bahkan ada rumah khusus pengangguran. Ngga pandang bulu pula, baik itu muda ataupun tua, selama dia pengangguran, dia berhak dpt fasilitas ini. Tp mengingat banyak dari mereka yg berjiwa pemalu, jadi biasanya mereka gengsi tinggal di tempat ini.

Pada usia + 18 th anak sudah keluar dr rumah orang tua – Ini nih, yang buat masyarakat di sana cukup mandiri, jadi pada usia 18 thn, biasanya mereka udah keluar rumah. Di sini si anak mulai kerja part time buat ngidupin dirinya sendiri. Tapi mengingat sekolah di sana gratis (pengen deh), jd biaya hidupnya ngga terlalu besar.
Tidak boleh sembarangan kasih nama anak – Di sini orang ngga boleh sembarangan ngasih nama. Nama cowo harus diberikan kepada anak cowo, dan nama cewe harus diberikan kepada anak cewe. Misalnya kamu (yg kebetulan baru pindah warga negara dari Indo ke Jerman) ngebet ngasih nama Joko ke anak cowo kamu. Nah nama Joko kurang familiar kalau kata orang Jerman. Jadi kamu berkewajiban u/ ngasih bukti seperti surat-surat dan tanda tangan dari orang (cowo) yg bernama Joko di Indonesia. Jadi jangan harap nama-nama nyentrik macam ‘anakku lelaki dong ah’ dll, bakal ada di sana. Bahkan beberapa dari mereka cenderung ngasih nama pasaran Jerman seperti Steve, Patric, Edi dll (u/ anak cowo), atau Anita, Nina, Mary (u/ anak cewe).

Kirim hadiah = bayar pajak – Negara yg hobi memberi pajak bagi penduduknya ini (tp tenang aja, ngga dikorupsiin kok, pajak itu kemudian di salurkan ke sekolah-sekolah, wilayah kurang mampu, hingga asuransi kesehatan) rupanya memberlakukan pajak jg ke hadiah yg kebetulan dikirimkan (dari luar Jerman) ke warga negara Jerman yg menerima hadiah. Jadi misalnya agan ngirim hadiah album foto, nah nyampe sana hadiah itu akan ditahan oleh pihak yg bertanggung jawab. Si penerima hadiah harus mengambil hadiahnya di pihak tersebut (ada bates max. Pengambilan hadiah). Si pihak ini akan menaksir harga dari album foto dan penerima hadiah harus membayarkan pajak hadiah sebesar yg ditentukan. Makanya jarang dari mereka yg mau nerima hadiah dari luar negri.

sumber : Inventions
Continue reading →

Masyarakat Modern (Jerman)

0 komentar
Masyakarat Jerman bersifat modern. Kebanyakan orang memiliki pendidikan yang baik, taraf hidup yang tinggi dalam perbandingan internasional, dan ruang gerak yang cukup luas untuk mengatur kehidupan secara individual. Biar begitu, masyarakat Jerman, sama dengan negara industri besar lainnya, kini menghadapi tantangan mengatasi masalah perkem­bangan demografis, khususnya penuaan masyarakat. Lagi pula dampak pembelahan Jerman di bidang kemasyarakatan belum diatasi sepenuhnya dua puluh tahun setelah terjadinya reunifikasi. Dalam rangka globalisasi, Jerman melangkah juga ke arah masyarakat imigrasi modern dengan kemajemukan etnobudaya yang terus meningkat, sambil menggiatkan upaya untuk mengintegrasikan kaum migran ke dalam mayarakat inti secara wajar. Perubahan sosioekonomis yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini – dengan dipercepat oleh akibat krisis ekonomi dan keuangan global – telah menimbulkan keadaan penuh risiko sosial dan mengakibatkan kecenderungan diversifikasi masyarakat menurut kondisi hidup di bidang ekonomi. Laporan terakhir Pemerintah Federal mengenai kemiskinan dan kekayaaan mengungkapkan, bahwa setiap warga Jerman keempat diang­gap sebagai miskin atau harus dipelihara dari kemiskinan melalui pemberian negara. Menurut definisi UE, rumah tang­ga termasuk kategori “miskin”, kalau pendapatannya berjumlah kurang dari 60 persen pendapatan menengah. Untuk orang lajang, pendapatan menengah kini berjumlah sekitar 780 Ero per bulan.
Continue reading →
 
Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
Selamat Datang di blogku Berbagi Melalui Karya, Terima kasih telah berkunjung di blog ku.. Semoga anda senang!! ------ Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya------Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik, Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta------